Yadawa

Yadawa

Yadawa adalah ras keturunan Yadu dari dinasti Candra yang juga nenek moyang Kresna. Ras/wangsa Yadawa merupakan penggembala sapi yang kemudian membentuk kerajaan yang disebut Dwaraka (kini disebut Gujarat, India).

Asal usul Wangsa Yadawa

Menurut mitologi dan pustaka suci Hindu Kuno, Yadawa merupakan keturunan dari Yadu, salah satu putera Raja Yayati. Ia tidak diperbolehkan mewarisi kerajaan ayahnya karena menolak keinginan ayahnya. Kemudian Yadu dan keturunannya membangun kerajaan mereka di sebuah tempat yang dianggap sebagai Jambudwipa dalam susastra Hindu.

Stephen Knapp mencari hubungan antara Yadawa dengan Yahudi (Jews). Menurutnya, orang Yunani menyebut Yahudi sebagai Judeos, atau Jah Deos, atau Yadawas, yang berarti “orang Ya” atau “keturunan dari Yadu”, salah satu putera Yayati[1].

Nama Kerajaan Keterangan
Kerajaan Surasena Kerajaan yang merupakan kampung halaman Wasudewa Kresna
Kerajaan Dwaraka Kerajaan yang didirikan Wasudewa Kresna
Kerajaan Kunti Kerajaan yang merupakan kampung halaman Dewi Kunti, Ibu para Pandawa
Kerajaan Saurashtra  ? ? ?
Kerajaan Heheya Kerajaan yang dipimpin Raja Kartawirya Arjuna
Kerajaan Nishadha Kerajaan yang dipimpin Raja Nala
Kerajaan Gurjara  ? ? ?
Kerajaan Karusha  ? ? ?
Kerajaan Chedi Kerajaan yang dipimpin Sisupala, musuh bebuyutan Sri Kresna
Kerajaan Dasarna  ? ? ?
Kerajaan Awanti  ? ? ?
Kerajaan Malawa  ? ? ?
Kerajaan Anarta  ? ? ?
Kerajaan Youdheya Kerajaan yang merupakan kampung halaman ksatria Satyaki

Dari sumber yang sama

Kerajaan Wangsa Yadawa

Kerajaan Surasena adalah sebuah kerajaan Wangsa Yadawa yang muncul dalam kisah epik Mahabharata. Ibukota kerajaan Surasena bernama Mathura, didirikan oleh Satrughna, adik Raja Rama yang memerintah di Kerajaan Kosala pada zaman Treta Yuga. Ia mendirikan kerajaan tersebut setelah mengalahkan Raja Asura — Madhu — yang tinggal di sebuah hutan bernama hutan Madhu, sesuai dengan namanya. Pada zaman Dwapara Yuga, kerajaan ini diambil alih kekuasaanya dari keturunan Satrughna oleh Wangsa Yadawa. Kota Mathura yang merupakan ibukota kerajaan tersebut kini terletak di Uttar Pradesh.

Raja yang terkenal adalah Kamsa (dalam Mahabharata), yang sempat memerintah di Kerajaan Surasena. Karena Kamsa lalim, ia dibunuh oleh Kresna, putra Wasudewa. Setelah itu Kresna mengambil alih pemerintahan Surasena. Ketika invasi Raja Jarasanda, wangsa Yadawa mengungsi ke Dwarka dan mendirikan kerajaan di sana, bernama Kerajaan Dwaraka.

Kerajaan Saurashtra merupakan salah satu dari kelompok kerajaan Wangsa Yadawa di India Tengah dan Barat. Kerajaan lain yang termasuk dalam kelompok tersebut meliputi: Kerajaan Chedi, Kerajaan Dasarna, Kerajaan Surasena atau Kerajaan Wraja, Kerajaan Karusha, Kerajaan Kunti, Kerajaan Awanti, Kerajaan Malawa, Kerajaan Gurjara, Kerajaan Anarta, Kerajaan Dwaraka, Kerajaan Heheya, dan Kerajaan Widarbha.

Kerajaan ini berada di sekitar wilayah semenanjung di Gujarat. Nama semenanjung yang merupakan wilayah Gujarat Selatan, juga bernama Saurashtra.

Kerajaan Chedi (चेदि) merupakan kerajaan Wangsa Paurawa yang kemudian diambil alih kekuasaanya oleh Wangsa Yadawa. Selayaknya kerajaan Yadawa lainnya, kerajaan ini terletak di bagian India Tengah dan barat, dan merupakan salah satu kerajaan di Bharatawarsa (Daratan India kuno). Raja yang memerintah di Chedi dalam kisah epik Mahabharata adalah Sisupala, sekutu Jarasanda dari Kerajaan Magadha, dan Duryodana dari Hastina. Sisupala kemudian dibunuh oleh Kresna, musuhnya bebuyutannya, dalam upacara Rajasuya.

Kerajaan Awanti merupakan salah satu kerajaan Wangsa Yadawa di India Tengah dan Barat. Didirikan oleh salah satu Raja Wangsa Yadawa. Ujjayani (Ujjain, Madhya Pradesh) adalah ibukotanya, di sisi sungai Kshipra, cabang dari sungai Charmanuati, yang merupakan cabang sungai Gangga. Kota Ujjayani pada masa lampau sekarang dikenal sebagai Ujjain, kota yang ramai di Madhya Pradesh. Wasudewa Krishna dan Balarama menuntut ilmu di Ujjayani, yang mungkin merupakan kota Wangsa Yadawa yang terkenal sekaligus merupakan pusat pendidikan.

Kerajaan Gurjara (disebut juga: Gujjars, Go Rashtra, Gopas, Gopa Rashtra, Go Jana Rashtra, dll.) merupakan salah satu kerajaan yang diperintah oleh para Raja dari Wangsa Yadawa di India Tengah dan Barat.

Dalam Mahābhārata, kerajaan tersebut muncul sebagai Gopa Rashtras dan Gopas. Mereka ikut berpartisipasi dalam perang di Kurukshetra dan memihak Duryodana, namun memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan Wasudewa Kresna. Gurjaras atau Gujjars kemudian menghuni lembah timur Aravalli di Rajasthan. Akhirnya beberapa suku bermigrasi ke sebuah daerah yang kini disebut Gujarat, setelah mengganti nama Gujarasrtra atau Gujarat menjadi Gujarat, negara bagian modern di India.

Kerajaan Heheya (juga disebut Haiheya, Haihaya, Heiheya, dll.) merupakan salah satu kerajaan yang diperintah oleh Wangsa Yadawa di India Tengah dan Barat. Kerajaan tersebut bersekutu dengan Talangjaha, terletak di sebelah timur. Kerajaan Heheya merupakan salah satu kerajaan wangsa Yadawa yang sulit ditaklukkan, dipimpin oleh pemimpin kuat — Kartawirya Arjuna — yang pernah mengalahkan Rakshasa Rawana. Ibukotanya bernama Mahishmati (pada masa kini disebut Maheswar di Madhya Pradesh), terletak di tepi sungai Narmada di Madhya Pradesh. Kerajaan ini menaklukkan kerajaan lain di daratan India. Hanya seorang Brāhmana ksatria yang bernama Bhargawa yang berani menentang kekuasaanya.

Kerajaan Dwaraka adalah sebuah kerajaan yang didirikan wangsa Yadawa setelah melepaskan diri dari Kerajaan Surasena karena diserbu oleh raja Jarasanda dari Magadha. Kerajaan ini diperintah oleh Krishna Wasudewa selama zaman Dwapara Yuga. Wilayah Kerajaan Dwaraka meliputi Pulau Dwaraka, dan beberapa pulau tetangga seperti Antar Dwipa, dan sebagian wilayahnya berada di darat dan berbatasan dengan negeri tetangga yaitu Kerajaan Anarta. Wilayah tersebut terlihat seperti negara Yunani yaitu negeri dengan pulau-pulau kecil dan sebagian berupa wilayah daratan. Kerajaan Dwaraka kira-kira terletak di sebelah Barat Laut Gujarat. Ibukotanya bernama Dwarawati (dekat Dwarka, Gujarat).

Kerajaan Karusha merupakan salah satu kerajaan yang diperintah oleh para Raja dari Wangsa Yadawa di India Tengah dan Barat. Kerajaan tersebut terletak di sebelah selatan Kerajaan Chedi. Raja Karusha, Dantawaktra, dibunuh oleh Wasudewa Krishna. Kerajaan Karusha diidentifikasi sebagai Distrik Datia di Madhya Pradesh, India.

Kerajaan Kunti Dalam kisah epik Mahābhārata, Kerajaan Kunti merupakan kerajaan yang diperintah oleh Kuntibhoja, salah satu Raja yang terkemuka di antara para Raja dari Dinasti Bhoja-Yadawa.
Kunti, Ibu dari Pandawa dan istri pertama Raja Pandu Dewanata, merupakan puteri yang diadopsi oleh Raja Kuntibhoja. Nama sebenarnya adalah Pritha, dan ia merupakan adik Wasudewa, ayah Sri Kresna. Kerajaan Kunti bertetangga dengan Kerajaan Awanti. Kerajaan Kunti dianggap Kerajaan Awanti utara.

Kerajaan Malawa merupakan salah satu kerajaan yang diperintah oleh para Raja dari wangsa Yadawa di India Tengah dan Barat. Kadangkala Awanti dan Malawa dianggap sebagai negeri yang sama. Mereka asalnya dari suku bangsa di sebelah barat, di provinsi Punjab, Pakistan. Kemudian bermigrasi ke wilayah Rajasthan dan Madhya Pradesh di India. Dalam catatan sejarah India, disebutkan adanya suku para Raja yang disebut Malawa. Mereka diyakini sebagai keturunan Malawa.

Kerajaan Nishadha merupakan kerajaan Raja Nala, yang mencintai dan menikahi Damayanti, puteri dari Kerajaan Widarbha. Pada masa sekarang, daerah Gwalior di Madhya Pradesh dianggap sebagai bekas kerajaan tersebut. Kerajaan Nishadha terhubung dengan Kerajaan Dasarna, Kosala dan Widarbha dalam jalur perdagangan.

Kerajaan Widarbha merupakan salah satu kerajaan yang diperintah oleh para Raja dari Wangsa Yadawa (Bhoja Yadawa) di wilayah India Tengah dan Barat. Dalam Mahabharata, kerajaan ini muncul pada saat pemerintahan Raja Rukmi, yang tidak ikut berpartisipasi dalam perang di Kurukshetra.

Puteri Damayanti, permaisuri Raja Nala, berasal dari sana. Begitu pun Rukmini, istri dari Wasudewa Krishna berasal dari Widarbha. Lopamudra, istri Rsi Agastya juga merupakan puteri dari negeri Widarbha. Kundinapuri merupakan nama ibukotanya, dan diidentifikasi sebagai Kundapur di Maharashtra timur. Saudara lelaki Rukmini —Rukmi — mendirikan kerajaan lain dengan ibukota Bhojakata, dekat dengan kerajaan Widarbha yang asli. Pada saat seluruh kerajaan di India berpartisipasi dalam perang di Kurukshetra, kerajaan Widarbha mengaku netral karena tentaranya ditolak oleh Pandawa maupun Korawa, dua pihak yang berseteru dalam perang. Namun dalam suatu bagian dalam Mahabharata, tentara kerajaan Widarbha yang lain berada di pihak Korawa di bawah pimpinan panglima perang Bhisma.

About Bombo Unyil

Anak dirantau, sendiri , disini , di Dunia Maya
This entry was posted in sastra Hindu and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s