Kisah Tragis Drupadi

Drupadi

drupadi

Siapakah yang mendengar suara Drupadi ketika ia diseret pada rambutnya yang panjang ke balairung perjudian itu? Semua. Semua mendengar. Tapi tak ada yang menolongnya.

  foto-foto-syuting-pooja-sharma-sebagai-drupadi-di-serial-mahabharata-3

Yudhistira, suaminya, yang telah kalah dalam pertaruhan, membisu. Juga Arjuna. Juga Nakula dan Sadewa. Hanya Bima yang menggeratakkan gerahamnya dalam rasa marah yang tertahan, hanya Bima yang berbisik, bahwa Yudhistira telah berbuat berlebihan, karena bahkan pelacur pun tak dipertaruhkan dalam pertandingan dadu. ”Ketika kau jadikan kami, adik-adikmu, barang taruhan, aku diam, karena kau, kakak sulung, adalah tetua kami. Kami bahkan rela jadi budak ketika kau kalah. Ketika kau jadikan dirimu sendiri barang pembayaran, kami juga diam, karena kau sendirilah yang menanggungnya. Tapi apa hakmu mengorbankan Drupadi di tempat ini? Apa hakmu, Kakakku?”
Yudhistira membisu. Semua hanya menyimak, juga para pangeran di arena itu, juga Baginda Destarastra yang—dalam gelap matanya yang buta—toh pasti mendengar, dan menyaksikan, malapetaka yang tengah terjadi: para Pandawa telah menerima tantangan berjudi para Kurawa, dan Yudhistira yang lurus hati itu dengan mudah kalah, oleh Sangkuni yang pintar, sampai milik penghabisan. Harta telah ludes. Kerajaan telah terambil. Adik-adiknya telah tersita. Juga dirinya sendiri, yang kini duduk bukan lagi sebagai orang merdeka. Lalu Drupadi, putri dari Kerajaan Pancala yang terhormat itu….

The-attempted-disrobing-of-Draupadi-thumb

Bersalah apakah wanita ini, kecuali bahwa ia kebetulan dipersunting putra Pandu? Dursasana, yang matanya memerah saga oleh mabuk, oleh kemenangan dan berahi, menyeretnya pada rambut. ”Budak!” seru bangsawan Kurawa itu seraya mencoba merenggutkan kain Drupadi. ”Hayo, layani aku, budak!” Suara tertawa—kasar dan aneh karena gugup—terdengar di antara hadirin. Sangkuni ketawa. Duryudana ketawa. Karna ketawa.

Draupadi_humiliated_RRV

Bima, mendidih sampai ke ruas jantungnya, gemetar, mencoba menahan katup amarah, menyaksikan adegan kemenangan dan penghinaan itu. Api seperti memercik dari wajahnya, dan tinjunya yang kukuh mengencang di ujung lengan, tapi Arjuna menahannya. ”Apa boleh buat, Bima,” kata kesatria tengah Pandawa ini, ”merekalah yang menang, mereka tak menipu, dan Yudhistira tahu itu—perjudian ini juga sejak mula tak ditolaknya.”

”Baiklah, baiklah,” sahut Bima. ”Jangan tegur aku lagi. Tapi dengarlah sumpahku” (dan ia tiba-tiba berdiri, mengeraskan suaranya hingga terdengar ke segala penjuru). ”Hai, kalian, dengarlah sumpahku: kelak, dalam perang yang menentukan antara kita di sini, akan kurobek dada Dursasana dengan kuku-kuku tanganku” (dan suara Bima terdengar seperti raung, muram, menggeletar), ”lalu akan kuminum darahnya, kuminum!”

Balairung seolah baru mendengarkan petir menggugur. Beberapa bangsawan Kurawa mendeham mengejek—bukankah ancaman Bima itu omong kosong, karena ia secara sah telah jadi budak—tapi sebagian tiba-tiba merasa ngeri: rasanya memang sesuatu yang tak pantas telah terjadi di tempat terhormat ini.

Tapi, siapakah yang akan menolong Drupadi?

Sekali lagi, Dursasana mencoba menanggalkan kain dari tubuh istri Yudhistira itu. Kain terlepas…. Tapi entah mengapa, laki-laki perkasa itu tak kunjung berhasil menelanjangi wanita yang bingung dan pasrah itu. Mungkin ada keajaiban dari langit, mungkin Dursasana terlalu meradang oleh nafsu, mungkin anggur telah memuncak maraknya di kepala: di depannya, ia seakan-akan menghadapi berlapis-lapis kain yang menjaga kulit yang lembut itu. Tiap kali selembar terenggut oleh tangannya yang gemetar, tiap kali pinggul Drupadi seolah tertutup kembali. Dan Dursasana, pada klimaksnya, terkapar.

Ruangan agung itu seolah-olah melepas napas: memang ada sesuatu yang melegakan ketika adegan yang menekan saraf itu berakhir begitu hambar. Tapi tidak: persoalan Drupadi belum selesai. Dan kini wanita itu datang, setengah merangkak, ke hadapan para bangsawan tua yang selama ini menyaksikan semuanya dengan mata sedih tapi mulut tertutup.

”Paduka, berhakkah Yudhistira mempertaruhkan diri hamba, berhakkah dia merasa memiliki diri hamba, ketika ia tidak memiliki lagi diri dan kemerdekaannya?”

Kali ini Resi Bhisma—yang termasyhur arif dan ikhlas itu—menjawab, ”Aku tak tahu, Anakku. Jalan darma sangat subtil. Mana yang benar, mana yang tidak, bahkan orang yang paling bijaksana pun kadang-kadang hanya menduga. Cobalah kau tanya Yudhistira sendiri.”

Tapi tak ada ucapan yang terdengar. Hanya, saat itu, di luar menggores jerit burung, dan suara anjing menyalak, dan langit malam seperti retak. Agaknya sesuatu, yang bukan termasuk dalam ruang judi para raja itu, yang bisa menjawab: tak seorang pun dapat memiliki orang lain, juga dalam kemenangannya yang sah. Berlapis-lapis batas tetap memisahkan antara Drupadi dan penaklukan, antara hamba dan tuan.

About Bombo Unyil

Anak dirantau, sendiri , disini , di Dunia Maya
This entry was posted in Mahabharata and tagged , , . Bookmark the permalink.

30 Responses to Kisah Tragis Drupadi

  1. lena karlina says:

    flm’a seru banget , tpi kalo stengah jam tangung … kalo bsa stu jam deh …🙂

  2. Aryani says:

    Kasihan buanget sh drupadi

  3. arin says:

    rin ingin th

  4. mefoy29 says:

    Mending tutur tinular 1997 di ulang lg tayang nya….!!!!

    Lebih seru…!!!!!

  5. Okta says:

    Bagus bangett ceritanyaa… Jd penasaran..sama cerits selanjutnya..

  6. didin says:

    itulah india setiap bikin film ceritanya slalu nyusun ,,,hidup arjuna

  7. ike andrian says:

    wadooohh….tega bgt yaaa..kurawa..penghinaanya lebih kejam dr binatang..

  8. pandawa 5
    gak hbis pikir istri di buat tarohan,kasian drupadi…

    mahabrata waktu’a satu jam dong,,,?

    • Bombo Unyil says:

      itulah bahayanya judi, durasi mahabharata di ANTV 1/2 jam termasuk iklan 1/4 jam..karena hrs menayangkan juga Mahadewa (kisah Dewa Siwa dan Wisnu yang melatarbelakangi/ reinkarnasi Kisah Mahabharata.

  9. ini akibat raja drupada yang mengingnkan anak perempuan lahir dgn ketidak adilan spanjang hidupnya,,sehingga inilah ketidakadilan ygtrs dterim oleh drupadi,,,kasian banget

  10. mampoo says:

    Kisah yang pilu, judi bisa merusak semua, hilang akal, hilang kehormatan

  11. yensi says:

    Lagian drupadi dari awal kan arjuna dah sarankan batalkan sayembara daripada harus bersuami 5 org ….. kan dia punya hak membatalkan itu …. tapi ngeyel dgn alasan gak akan ada yg mau lagi menikah dgnnya ….. rasanya alasan yg dibuat2 demi bisa bsama arjuna walaupun harus menikahi 4saudara yg lain ….

  12. Woro wani christantya says:

    Kenapa draupadi ngak nikah sama Arjuna Aja . Ibu kunti Kenapa bikin perintah kayak GitHub sih

  13. sonia dwi syahputri s says:

    saya sayang sama drupadi

  14. riska novia says:

    Arjuna sama drupadi cocok banget….tambah dong jam tayangx

  15. riska novia says:

    Drupadi sedih banget.walaupun udah di permaluin tapi dia tetap memaafkan suaminya yudistira..
    Semangat drupadi

    • Im Yang Bu says:

      Kitab Mahabharata adalah bagian dari kitab suci Weda;
      Kalau sudut pandang kita dengan cara kita maka aneh Drupadi menjadi isteri para ke 5 ksatria Pandawa; namun setting cerita itu kan di India cerita yg sudah ada ribuan tahun yang lalu.
      Lantas kenapa Drupadi harus mengalami pelecehan seperti itu: yaah itu merupakan perjalanan takdir dan setting kehidupan yang harus dijalankan, …. ada pesan bahwa karma itu akan terjadi pada setiap insan… di sini dicontohkan bahwa Drupadi tidak akan keramas kalau tidak dengan darah Dursasana; nah sewaktu perang Bharata Yudha, Dursasan gugur dan terjadilah sumpah Drupadi; perang Bharata Yudha…. sebenarnyalah perang antara Kejahatan dan kebajikan…. yang berlaku terus sepanjang masa… bahkan perang di dalam diri jiwa kita

  16. kasihan sekali kamu pancali sampai kamu harus mengalami hal seperti itu.tapi.aq salut ngeliat pancali. I LOVE PANCALI

  17. kurniawan shanty says:

    saya suka pemeran pancali/drupadi/kreshna….
    tp sayang, kulitnya msh putih….

  18. nadya says:

    mahabrata tayangnya lebih lama

  19. rina ragel says:

    Kasihan drupadi..knpa musti prempuan Ÿª♌ƍ gk tau ap2 trlibat jg ikut tangung karmanx

  20. rina says:

    ksihan bingt ya drupadi udh hrs nkhin klima pndwa jga dlecehin sm krawa tp untung ja da krishna yg sllu siap mmbntunya,,

  21. nisa says:

    kasian drupadi mengapa pandawa tidak mwnolong nya

  22. Kasihan drupadi sudah dilucuti
    Kainnya terlepas , dan menjerit kemaluan

  23. shafira sar says:

    like bngt…. tp kasihan drupadi si cantik putri panacala di berlakukan gitu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s