Hidimba dan Hidimbi

Hidimba
Dalam wiracarita Mahabharata, Hidimba (Sansekerta: हिडिम्‍बा) (kadangkala disebut Hidimbasura dan Hdimba) adalah seorang rakshasa, kakak Hidimbi dan merupakan seorang penghuni hutan. Ia dan adiknya, Hidimbi, tergoda di kediaman Pandawa dan hendak memakan mereka. Kemudian Hidimbi berubah menjadi wanita cantik dan membawa Pandawa ke hadapan Hidimba. Namun, Hidimba terlibat konflik dengan Bima dan tewas dalam perkelahian.

Hidimbi
Dalam wiracarita Mahabharata, Hidimbi adalah seorang rakshasi. Ia merupakan saudara Hidimba, seorang rakshasa. Hidimbi menikah dengan Bima, salah satu Pandawa, dan melahirkan seorang putera bernama Gatotkaca. Dalam budaya pewayangan Jawa, tokoh ini dikenal juga dengan nama Arimbi.

Hidimbi dalam Mahabharata
Hidimbi bertemu dengan Bima saat ia berkelana dalam hutan bersama Pandawa bersaudara dan ibu Kunti. Kakak Hidimbi yang bernama Hidimba, menyuruhnya untuk membawa daging manusia, namun ketika menjumpai Bima yang sedang duduk di tengah hutan, ia jatuh cinta dan tidak tega membunuhnya. Ia berubah menjadi wanita cantik, tinggi, berkulit gelap, dan menghampiri Bima. Ketika Hidimba datang untuk membunuh Bima, ia mencoba untuk menyerang Hidimbi namun Hidimbi dilindungi oleh Bima, yang kemudian membunuh Hidimba. Kemudian Bima melamar Hidimbi. Hidimbi tinggal di hutan bersama para Pandawa dan kemudian memberi Bima seorang putera bernama Gatotkaca. Saat Pandawa meninggalkan hutan, Bima harus meninggalkannya sebab mereka dalam persiapan perang. Bertahun-tahun kemudian mereka bertemu kembali.

Dengan kemiripan nama, Hidimba dan Hidimbi dianggap merupakan saudara kembar.
Hidimbi dalam pewayangan Jawa

Dalam Mahabharata, Dewi Arimbi atau Hidimbi adalah putri kedua Prabu Arimbaka, raja rakshasa negara Pringgandani, dengan Dewi Hadimba. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung, bernama Arimba alias Hidimba, Arya Prabakesa, Brajadenta, Brajamusti, Brajalamatan, Brajawikalpa dan Kalabendana.

Dewi Arimbi menikah dengan Bima alias Werkudara, salah seorang dari lima ksatria Pandawa, putra Prabu Pandu, raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. Dari perkawinan itu ia mempunyai seorang putera yang diberi nama Gatotkaca.

Dewi Arimbi menjadi ratu negara Pringgandani, menggantikan kedudukan kakaknya, Prabu Arimba, yang tewas dalam peperangan melawan Bima. Namun karena Dewi Arimbi lebih sering tinggal di Kesatrian Jodipati mengikuti suaminya, kekuasaan negara Pringgandani diwakilkan kepada adiknya, Brajadenta sampai Gatotkaca dewasa dan diangkat menjadi raja negara Pringgandani bergelar Prabu Kacanegara.

Dewi Arimbi mempunyai kesaktian, antara lain dapat beralih rupa dari wujudnya berupa rakshasa menjadi putri cantik jelita. Kesaktian ini ia dapatkan dari sabda Dewi Kunti karena Werkodara menolak mengawini Dewi Arimbi yang saat itu masih berujud rashaksi (rakshasa perempuan) yang menyeramkan. Ia mempunyai sifat jujur, setia, berbakti dan sangat sayang terhadap puteranya. Akhir dari kehidupannya diceritakan, dia gugur di medan Perang Bharatayuddha membela putranya, Gatotkaca, yang sebelumnya gugur terkena Panah Kunta Wijayandanu atau Konta milik Adipati Karna, raja negara Awangga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s