Mengenal 103 KURAWA

Mengenal 103 KURAWA

Korawa atau Kaurawa (Sansekerta: kaurava) adalah kelompok antagonis dalam wiracarita Mahabharata. Nama Korawa secara umum berarti “keturunan Kuru”. Kuru adalah nama seorang Maharaja yang merupakan keturunan Bharata, dan menurunkan tokoh-tokoh besar dalam wiracarita Mahabharata. Korawa adalah musuh bebuyutan para Pandawa. Jumlah mereka adalah seratus dan merupakan putra prabu Dretarastra yang buta dan permaisurinya, Dewi Gandari.


Pengertian Kurawa

Istilah Korawa yang digunakan dalam Mahabharata memiliki dua pengertian:
· Arti luas: Korawa merujuk kepada seluruh keturunan Kuru. Dalam pengertian ini, Pandawa juga termasuk Korawa, dan kadangkala disebut demikian dalam Mahabharata, khususnya pada beberapa bagian awal.
· Arti sempit: Korawa merujuk kepada garis keturunan Kuru yang lebih tua. Istilah ini hanya terbatas untuk anak-anak Dretarastra, sebab ia merupakan keturunan yang tertua dalam garis keturunan Kuru. Istilah ini tidak mencakup anak-anak Pandu, yang mendirikan garis keturunan baru, yaitu para Pandawa.
Dalam Mahabharata diceritakan bahwa Gandari, istri Dretarastra, menginginkan seratus putera. Kemudian Gandari memohon kepada Byasa, seorang pertapa sakti,
dan beliau mengabulkannya. Gandari menjadi hamil, namun setelah lama ia
mengandung, puteranya belum juga lahir. Ia menjadi cemburu kepada
Kunti yang sudah memberikan Pandu tiga orang putera. Gandari menjadi frustasi kemudian memukul-mukul
kandungannya. Setelah melalui masa persalinan, yang lahir dari rahimnya hanyalah
segumpal daging.
Byasa kemudian memotong-motong
daging tersebut menjadi seratus bagian dan memasukkannya ke dalam guci, yang kemudian ditanam ke dalam tanah
selama satu tahun. Setelah satu tahun, guci tersebut dibuka kembali dan dari
dalam setiap guci, munculah bayi laki-laki. Yang pertama muncul adalah
Duryodana, diiringi oleh Dursasana, dan saudaranya yang lain. 
Seluruh putera-putera Dretarastra tumbuh menjadi pria yang
gagah-gagah. Mereka memiliki saudara bernama
Pandawa, yaitu kelima putera Pandu, saudara tiri ayah mereka. Meskipun mereka bersaudara, Duryodana yang merupakan saudara
tertua para Korawa, selalu merasa cemburu terhadap Pandawa, terutama
Yudistira yang hendak dicalonkan menjadi raja di Hastinapura. Perselisihan pun timbul
dan memuncak pada sebuah
pertempuran akbar di Kurukshetra.
Setelah pertarungan ganas berlangsung selama delapan belas hari,
seratus putera Dretarastra gugur, termasuk cucu-cucunya, kecuali
Yuyutsu, putera Dretarastra yang lahir dari seorang dayang-dayang. Yang terakhir gugur dalam pertempuran
tersebut adalah
Duryodana, saudara tertua para
Korawa. Sebelumnya, adiknya yang bernama
Dursasana yang gugur di tangan Bima. Yuyutsu adalah
satu-satunya putera Dretarastra yang selamat
dari pertarungan ganas di Kurukshetra karena memihak para Pandawa dan ia melanjutkan garis keturunan ayahnya, serta membuatkan upacara bagi para
leluhurnya.
Nama:
Duryodana
Nama lain:
Suyodhana;
Suyudana; Duryudana; Kurupati; Gandarisuta; Dretaputra;

Jakapitana.

Arti Nama:
“sulit ditaklukkan” atau
“tidak terkalahkan”.
Asal:
Orang Tua:
Raja Dretarastra &
Gandari dari Kerajaan Gandara
Saudara:
Dursasana;
Citraksa; Citraksi;
Widandini (raja negara Purantara)
Gardapati (raja negara Bukasapta), Bogadatta
(raja negara Turilaya), Dewi Dursila (Dussila) & 94 Kurawa lainnya
Saudara Lain Ibu:
Yuyutsu (Yuyulssu) dari Ibu Seorang Waisya
Guru:
Bisma; Resi Drona; Resi Kripa
& Raja Baladewa
Senjata:
Gada, Pedang, Tumbak, Kapak,
Panah, Pisau Candra
Kelebihan:
merupakan
inkarnasi dari
Iblis Kali, Tubuh Duryodana dikatakan terbuat dari
petir.
Istri:
Banowati.Putri Raja Salya, Kerajaan Madra
Anak:
Laksmana
(Laksmanakumara).
Akhir Hidup:
Tewas oleh
Bima dengan keadaan kedua pahanya hancur pada tanding Gada pada akhir Perang
Barata yuda 
Nama:
Dursasana
Nama lain:
Duhsasana; Dushasana
Arti Nama:
”sulit untuk
dikuasai” atau ”sulit untuk diatasi”.
Kepribadian:
Sombong, suka
bertindak sewenang-wenang, menggoda wanita dan senang menghina orang lain.
Asal:
Orang Tua:
Raja Dretarastra & Gandari dari Kerajaan Gandara
Saudara:
Duryudana
(Pangeran
Hastinapura); Citraksa; Citraksi;
Widandini
(raja negara Purantara) Gardapati
(rajaBukasapta),
Bogadatta (raja Turilaya), Dewi Dursila (Dussila) 94 Kurawa lainnya
Saudara Lain Ibu:
Yuyutsu (Yuyulssu) dari Ibu Seorang Waisya
Guru:
Bisma ; Resi Kripa ; Resi Drona ;
Raja baladewa
Senjata:
Gada, Pedang, Kapak & Panah
Istri:
Dewi Saltani
Anak:
Dursala
Akhir Hidup:
Tewas oleh
Bima dengan keadaan dada robek, lengan Tangan Kanan putus setelah tanding
Gulat pada Perang Barata yuda 
Nama:
Citraksa
Ejaan Sanskerta:
Chithrāksha
Asal:
Orang Tua:
Raja Dretarastra &
Gandari dari Kerajaan Gandara
Saudara:
Duryudana
(Pangeran
Hastinapura); Dursasana; Citraksi;
Widandini
(raja negara Purantara) Gardapati
(rajaBukasapta),
Bogadatta (raja Turilaya), Dewi Dursila (Dussila) 94 Kurawa lainnya
Saudara Lain Ibu:
Yuyutsu (Yuyulssu) dari Ibu Seorang Waisya
Guru: Resi Drona, Resi Kripa & Bisma
Senjata: Pedang, Panah & Keris
Akhir Hidup: Tewas oleh Sadewa
dengan keadaan Perut Robek setelah tanding Pedang pada Perang Barata
yuda 
Nama:
Bogadenta
Asal:
Tempat Tinggal:
Kerajaan Trilaya
Orang Tua:
Raja Dretarastra &
Gandari dari Kerajaan Gandara
Saudara:
Duryudana
(Pangeran
Hastinapura); Dursasana; Citraksi; Citraksa;
Widandini
(raja negara Purantara) Gardapati
(rajaBukasapta), Dewi Dursila (Dussila) 94 Kurawa lainnya

 Yuyutsu (Yuyulssu) dari Ibu Seorang Waisya
Guru:
Resi Drona, Resi Kripa, Raja Baladewa
Senjata:
Gada, Kapak, Tumbak & Panah
Akhir Hidup :
Tewas oleh Arjuna
dengan keadaan Kepala Terpenggal panah setelah Hewan buas tunggangannya di
lumpuhkan Bima pada Perang Barata yuda
 Korawa lainnya
Para Korawa (putera Dretarastra) yang utama berjumlah seratus, namun mereka masih mempunyai saudara dan saudari pula. Yaitu Yuyutsu, yaitu anak Dretarastra tetapi lain ibu, ibunya seorang wanita waisya. Kemudian dari Ratu Gandari, lahir seorang putra lagi bernama Duskampana dan seorang putri bernama Dursila (atau Duççila atau Dussila).
                                      Dursilawati                                                     Yuyutsu
Berikut ini nama-nama seratus Korawa yang dibedakan menjadi dua versi, versi India dan versi Indonesia. Kedua Korawa utama yaitu Suyodana alias Duryodana dan Dursasana disebut lebih dahulu. Kemudian yang lain disebut menurut urutan abjad :
Versi India
Versi Indonesia
1.
Duryodana (Duryodhana)
2.
Dursasana (Dussāsana)
3.
Abaya
(Abhaya)
4.
Adityaketu
(Ādithyakethu)
5.
Alalupa
(Alolupa)
6.
Amapramadi
(Amapramādhy)
7.
Anadrusya
(Anādhrushya)
8.
Antudara
(Anthudara)
9.
Anuwinda
(Anuvindha)
10.  Aparajita (Aparājitha)
11.  Ayubahu (Ayobāhu)
12.  Bahwasi (Bahwāsy)
13.  Bilawardana (Belavardhana)
14.  Bimabala (Bhīmabela)
15.  Bimawiga (Bhīmavega)
16.  Bimawikra (Bhīmavikra)
17.  Carucitra (Chāruchithra)
18.  Citra (Chithra)
19.  Citrabana (Chithrabāna)
20.  Citraksa (Chithrāksha)
21.  Citrakundala (Chithrakundala)
22.  Citrakundhala (Chithrakundhala)
23.  Citranga (Chithrāmga)
24.  Citrawarma (Chithravarma)
25.  Citrayuda (Chithrāyudha)
26.  Danurdara (Dhanurdhara)
27.  Dirkabahu (Dhīrkhabāhu)
28.  Dirkaroma (Dīrkharoma)
29.  Dredahasta (Dridhahastha)
30.  Dredakarmawu (Dhridhakarmāvu)
31.  Dredaksatra (Dridhakshathra)
32.  Dredaratasyara (Dhridharathāsraya)
33.  Dredasanda (Dridhasandha)
34.  Dredawarma (Dridhavarma)
35.  Duradara (Durādhara)
36.  Durdarsa (Durdharsha)
37.  Durmada (Durmada)
38.  Durmarsana (Durmarshana)
39.  Durmuka (Durmukha)
40.  Dursaha (Dussaha)
41.  Durwigaha (Durvigāha)
42.  Durwimuca (Durvimocha)
43.  Duskarna (Dushkarna)
44.  Dusparaja (Dushparāja)
45.  Duspradarsa (Dushpradharsha)
46.  Jalaganda (Jalagandha)
47.  Jarasanda (Jarāsandha)
48.  Kancanadwaja (Kānchanadhwaja)
49.  Krathana (Kratana)
50.  Karna (Karna)
51.  Kawaci (Kavachy)
52.  Kradana (Kradhana)
53.  Kundabedi (Kundhabhedy)
54.  Kundadara (Kundhādhara)
55.  Kundase (Kundhasāi)
56.  Kundasi (Kundhāsy)
57.  Kundi (Kundhy)
58.  Mahabahu (Mahabāhu)
59.  Mahodara (Mahodara)
60.  Nagadata (Nāgadatha)
61.  Nanda (Nanda)
62.  Nisamgi (Nishamgy)
63.  Pasi (Pāsy)
64.  Pramada (Pramadha)
65.  Sadasuwaka (Sadāsuvāk)
66.  Saha (Saha)
67.  Sala (Sala)
68.  Sama (Sama)
69.  Sarasana (Sarāsana)
70.  Satwa (Sathwa)
71.  Satyasanda (Sathyasandha)
72.  Senani (Senāny)
73.  Somakirti (Somakīrthy)
74.  Subahu (Subāhu)
75.  Suhasta (Suhastha)
76.  Sujata (Sujātha)
77.  Sulocana (Sulochana)
78.  Sunaba (Sunābha)
79.  Susena (Sushena)
80.  Suwarca (Suvarcha)
81.  Suwarma (Suvarma)
82.  Suwiryaba (Suvīryavā)
83.  Ugrase (Ugrasāi)
84.  Ugrasena (Ugrasena)
85.  Ugrasrawas (Ugrasravas)
86.  Ugrayuda (Ugrāyudha)
87.  Upacitra (Upachithra)
88.  Upananda (Upananda)
89.  Urnanaba (Ūrnanābha)
90.  Walaki (Vālaky)
91.  Watawiga (Vāthavega)
92.  Wikarna (Vikarna)
93.  Wikatinanda (Vikatinanda)
94.  Winda
(Vindha)
95.  Wirabahu (Vīrabāhu)
96.  Wirajasa (Virajass)
97.  Wirawi (Virāvy)
98.  Wisalaksa (Visālāksha)
99.  Wiwitsu (Vivilsu)
100. Wrendaraka (Vrindāraka)
101. Yuyutsu (Yuyulssu) *
102. Duskampana *
103. Dursila (Dussila) *
1.
Duryodana (Suyodana)
2.
Dursasana (Duhsasana)
3.
Abaswa
4.
Adityaketu
5.
Alobha
6.
Anadhresya
(Hanyadresya)
7.
Anudhara
(Hanudhara)
8.
Anuradha
9.
Anuwinda
(Anuwenda)
10.  Aparajita
11.  Aswaketu
12.  Bahwasi (Balaki)
13.  Balawardana
14.  Bhagadatta (Bogadenta)
15.  Bima
16.  Bimabala
17.  Bimadewa
18.  Bimarata (Bimaratha)
19.  Curucitra
20.  Carucitra
21.  Citradharma
22.  Citrakala
23.  Citraksa
24.  Citrakunda
25.  Citralaksya
26.  Citrangga
27.  Citrasanda
28.  Citrasraya
29.  Citrawarman
30.  Dharpasandha
31.  Dhreksetra
32.  Dirgaroma
33.  Dirghabahu
34.  Dirghacitra
35.  Dredhahasta
36.  Dredhawarman
37.  Dredhayuda
38.  Dretapara
39.  Duhpradharsana
40.  Duhsa
41.  Duhsah
42.  Durbalaki
43.  Durbharata
44.  Durdharsa
45.  Durmada
46.  Durmarsana
47.  Durmukha
48.  Durwimocana
49.  Duskarna
50.  Dusparajaya
51.  Duspramana
52.  Gardapati
53.  Hayabahu
54.  Jalasandha
55.  Jayawikata
56.  Kanakadhwaja
57.  Kanakayu
58.  Karna
59.  Kawacin
60.  Krathana (Kratana)
61.  Kundabhedi
62.  Kundadhara
63.  Mahabahu
64.  Mahacitra
65.  Nandaka
66.  Pandikunda
67.  Prabhata
68.  Pramathi
69.  Rodrakarma (Rudrakarman)
70.  Sala
71.  Sama
72.  Satwa
73.  Satyasanda
74.  Senani
75.  Sokarti
76.  Subahu
77.  Sudatra
78.  Suddha (Korawa)
79.  Sugrama
80.  Suhasta
81.  Sukasananda
82.  Sulokacitra
83.  Surasakti
84.  Tandasraya
85.  Ugra
86.  Ugrasena
87.  Ugrasrayi
88.  Ugrayudha
89.  Upacitra
90.  Upanandaka
91.  Urnanaba
92.  Wedha
93.  Wicitrihatana
94.  Wikala
95.  Wikatanana
96.  Winda
97.  Wirabahu
98.  Wirada
99.  Wisakti
100.
Wiwitsu
(Yuyutsu)
101.
Wyudoru
(Wiyudarus)
102.
Dursilawati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s